Monday, February 13, 2012

Muqaddimah adalah Terima Kasih

Bismillahirrahmaanirrahiim.




Postingan pertama: Apa yang harus saya tulis?

Believe it or not, saya butuh 3 jam lebih untuk memutuskan apa yang ingin saya tulis di postingan blog baru ini. Bukan saya tak punya ide atau kehabisan kata-kata, bukan, justru ide di kepala saya seperti pop corn yang berlompat-lompatan. Terlalu banyak. 

Tulisan yang sedang kalian baca ini sungguh keputusan istimewa dari jalan sederhana. Yup, sepersekian detik sebelum saya memutuskan untuk menutup laptop dan menunda untuk menulis, mata saya terpaku pada buku-buku yang bertebaran di atas kasur. Membukanya satu per satu. Seperti ada cahaya yang berpendar di otak saya yang sempat meredup, ide itu pun datang.

Muqaddimah. Salam Pembuka. Cuap-cuap penulis. Sekapur sirih. dkk....

Bercokol di sana, di lembar-lembar pertama buku, majalah, makalah, tidak lain-tidak bukan selain ucapan sederhana lagi ringan: Terima kasih. Mereka membuka gerbang aksara dengan sebelas huruf ajaib, penuh kerendahan hati, sebuah penghormatan membacanya. Tersihirlah saya.

Saya sadar, Pop corn di kepala saya, adalah hasil dari proses panjang dalam hidup yang keseluruhannya terprogram berkat Sang Pencipta, orang tua, keluarga, teman, orang-orang yang pernah dan sedang hadir dalam hari-hari saya. Apalah arti saya tanpa mereka, biji jagung di atas loyang, diam. 

Terima kasih Rabbi, Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirrabil 'alamiin, rasa syukur atas anugerah yang Engkau berikan padaku. Yaitu kehidupan ini beserta orang-orang yang membuat saya 'hidup' sehidup-hidupnya. Lahaula walaquwata illa billah.

*

Teruntuk, saudari fillah, Reski Puspitasari Sululing, di akhir tulisan bukan berarti saya melupakanmu. Sangat tidak. Berbahagialah dirimu teman, karena sejak blog ini saya buka, gemuruh terima kasih selalu berujung pada namamu. Terima kasih atas blog baru ini, percayalah, kamu baru saja berinvestasi kebaikan dengan membuatkan saya blog. Hehe, karena apa yang saya tuliskan (kelak) berorientasi pada jalan dakwah. Insya Allah.

*

Terima kasih semuanya. Saya mencintai kalian dalam kesyukuran.

No comments:

Post a Comment