Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, August 11, 2015

Padaku Ada Rahasia


Padaku ada rahasia
bukan –tentang  lebah pekerja dan kerajaannya
di sebuah pohon kayu. Karena telah kudengar cerita tentang
Larva dan Pupa dari mulut ibu. tentang juang mencari makan,
sebab perempuan tak selalu harus 
               menunggu


Di bulan ketiga setiap tahun –kudengar saja
ada yang menangis di kamar belakang
pasti ibu, siapa lagi yang dia kenang
pasti ayah, siapa lagi yang dia sayang
 –siapa aku


Padaku ada rahasia
ayah belum mati. pernah kulihat
seseorang menyeduh kopi sendirian –dapur temaram
musim penghujan meninggalkan tetesan
saat kuterjaga, aku basah tenggelam dalam lautan
                asa.


Jkrta, 26 Maret 2015

Berita Tentang Wanita yang Mati Dalam Ambisi



BERITA PAGI
ada Nonya mendengus-dengus
berita kucing mati menjadi headline. dibacanya pagi ini
sialan! mengumpat bersamaan dengan jerit meong
ekor terinjak. dipikirnya hantu kucing gentayangan
Si Nonya tersenyum mendapati kabar terbaru
be-be-em naik. hancur sudah negeri ini
            ada kesempatan, desisnya
            membangun negeri baru.


BERITA SIANG
matahari terik. telor ceplok gosong
semakin panas Nyonya menunggu berita dari layar kaca
semoga bukan kucing mati, harapnya setelah keluar dari kamar mandi
kurang ajar! umpatan kedua hari ini
dia salah memilih chanel, kucing mati lagi kali ini
pindah saluran. bukankah selalu ada pilihan
batinnya. es teh segar muncrat mendadak
narasumber bilang, be-be-em turun
            rancangan negeri baru disobeknya
            di lempar ke tempat sampah –murka


BERITA SORE
sebelum masuk senja
bersantai di teras rumah. Nyonya nyalakan radio
mencoba menenangkan amarah.
apa?! kaget bukan kepalang
manis suara penyiar beritakan keajaiban
be-be-em naik lagi. Nonya kesetanan mengaduk
tempat sampah. bau amis menyerebak.
bangkai kucing mati tergeletak di samping serpihan
kertas. negara baru impiannya.
yang perlahan dibangun kembali
            dalam imaji.


BERITA MALAM
ditemukan seorang Nyonya mati mendadak
seekor kucing menjilati matanya. terbentang kertas bergambar
sebuah negeri yang damai. seorang wanita bertahta
            pengeras suara dari masjid menggema
            “innalillahiwainnailaihirajiun telah meninggal...”

Jakarta, 07 April 2014.


Jangan Jatuh Cinta Pada Penulis


wanita pecemburu yang terbakar hatinya
masuk ke dalam goa bersembunyi. menangis seperti
hujan orang mati. berkalikali jatuh cinta
berkalikali patah hati. penulis yang didamba
membukukan dua puluh lima puisi tentang
perempuan. bukan dia.

 Ckrg, 110815

Tuesday, May 5, 2015

Kupu-kupu


sumber gambar

Adalah kupu-kupu,
kerap kali berterbangan menggelitik perutku
tiap membaca kekata
       --cinta
atau rasa sudah sampai di pelupuk
mata, menjelma hujan yang hangat

Adalah kupu-kupu,
rupanya aku tak tahu
mungkin indah, ah mestilah indah
kalau mereka datang lagi --kepaklah dengan riang
kucandai sebelum pergi

Yang mengepak di dalam perutku
adalah engkau kuingat
    --dalam sajak kupeluk erat


Jkrt, 050515

Monday, January 26, 2015

Puisi Tanpa Pemilik


Langit Maros, 28 Agustus 2013

Langit, pernahkah kau menghitung air mata yang jatuh
di pipi perempuanmu?
Dia terlalu bodoh mencinta, sebab jatuhnya
hati tak ke bumi.

Hatinya naik ke langit dan melakukan perjalanan
panjang, yang sepi.
Bertemu sekumpulan burung migran
bertanya-tanya, tentang hati tak bersayap
mencarimu.

Langit, pernahkah kau menemuinya?
Mengapa kini dia menghempaskan tubuhnya ke bumi,
menjadi hujan yang menderas di suatu malam yang dingin?


*


Note: 

Aku menemukan puisi ini di folder kumpulan puisiku, tapi entah mengapa aku merasa tak pernah membuatnya. Ah, aku lupa, apa benar memang aku yang membuatnya? Kapan? Dan kenapa? Arghhh.... aku benci menjadi pelupa! Tapi bisa saja ini milik orang lain, jadi selama aku tak ingat tentang pemilik puisi ini, aku takkan mengakuinya. Meski dari hatiku terdalam, aku sangat menyukainya!!! 

Monday, January 12, 2015

Ke Pasar Malam


Tuhan
aku ingin ke pasar malam
waktu itu, ada
sayang,
didirikan dekat kumpulan kambing kurban
baunya bukan kepalang.
 
Tuhan
aku ingin ke pasar malam
terakhir aku ingin sekali
ketika aku akan berpisah dengan teman-teman
sekarang, mungkinkah ada perpisahan lagi?
 
Tuhan
aku ingin ke pasar malam
kalau boleh, ke haribaanmu sekalian.
 
 
Jkrt, 130114

 

Monday, November 17, 2014

Mencari Aku Di Setiap Purnama


sumber gambar


Di suraumu, aku adalah katakata yang dieja ilalang sepanjang pematang.
Sambil mencari kerendahan hati, kita bersiul mencari keramaian -tak kudapatkan-
Perbaiki letak pecimu, ujarmu pada diri sendiri. Kau mulai berdiri
meletakkan dunia di sisi kiri. Menakbirkan keagungan Tuhan dan menangis.
Kau cari aku di tiap sujud yang basah, mengalirkan lelah serta amarah.

Tak jua kau temukan aku.

Aku adalah bunyibunyi jangkrik malam yang ditemani salak anjing bersahutan.
Kupesankan keangkuhan dari pucuk pohon di hutan belantara, kau hanya terima satu dan takzim melepasnya. Rapihkan sarungmu, kau ingatkan lagi hatimu sendiri.
Sampai salam terakhir, kau mencari aku yang tak pernah lagi kau temukan
meski kering air mata. Meski berbilang purnama.


Jkrt, 181114

Thursday, November 13, 2014

Suatu Siang yang Terik


Ada seorang wanita, di antara
pakaian yang dijemurnya,
tetiba ingat cinta.

Alangkah hebat, di tiap waktu
yang tak terduga
cinta bisa melesap.

Sejengkal, 
sehasta, sepenuh-penuhnya.

Pakaiannya belum kering benar, 
beberapa waktu kemudian.

Tapi, cinta
nampak hangus terbakar kerinduan.

Aneh.

Jkrt, 141114

Saturday, November 8, 2014

Pesan dari Ujung Dermaga


Jika,

Jika ingin datang, datanglah dengan sungguh
seperti lari para pekerja
menuju kereta 

Jika ingin datang, datanglah dengan suka
seperti bulan merah yang meniada
gelap dengan cahaya

Jika ingin datang, datanglah dengan segera
seperti aku telah sampai di dermaga
sedang kapal hanyalah singgah.


Jkrt, 091014

Saturday, October 4, 2014

Pengingat Pagi




Suatu hari nanti, 
kata-kata menjadi asing untuk menebas jarak.
Itulah mengapa kita belajar diam, agar sampai saatnya
mudah untuk kita berbagi keheningan. 
Kelak.

_a i m

Sunday, August 10, 2014

Kau Ada Di mana?


 
aku di Jakata. kau perlu kendaraan untuk
menjemputku. di ibu kota segalanya 
seperti berkejar-kejaran. pun aku berlari.
aku terjatuh. aku terhenti.

kau ada di mana?


Jkrt, 110814

Thursday, July 17, 2014

Mataku Memilihmu





...

karena mataku telah memilihmu
maka mataku adalah tajuk yang memuisi
dan selalu ingin melihatmu, sampai aku lupa
cara untuk mencintaimu
dengan cara tak berhenti melihatmu.


_Kaimuddin Haq, Mozaik Kalubampa. 


Jkrt, 180714

Hanya Isyarat




“… Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.”

(Hanya Isyarat, DEE)


*

Dan isyarat itu, telah sampaikah padamu?

Jkrt, 180714

Selamat Ulang Tahun




"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."

(Selamat Ulang Tahun, DEE )


*

Bukankah pernah kusampaikan padamu tentang ini?

Jkrt, 180714

Tidur




“…Terlalu lama kita hidup menjadi bayang-bayang bagi satu sama lain. Biarkan aku mendekati kalian dengan perlahan, sampai pagi terbit bagi kita bersama. Tak ada lagi bayangan. Kita lebur dalam kenyataan.”

(Tidur, DEE)


*

Jkrt, 180714