Friday, October 25, 2013

Kicauan di Penghujung September


ujung menyedihkan, huh


: seperti sebuah surat dari galaksi lain


Halo, kamu!
Sesungguhnya aku sudah kelu. Lidahku mati.
Aku berteriak-teriak tanpa suara. Aku menangis tanpa air mata.
Aku tidak ditinggal oleh seseorang dan menjadi janda.
Aku hanya wanita yang sudah lupa bagaimana bicara.
Apalagi saat kau berkata, “Apakah kamu mencariku?

Bodoh!

Bagaimana pertanyaan itu muncul seperti ucapan selamat malam?
Bagaimana aku tak merindukanmu yang kuharapkan menujuku?
Bagaimana aku tidak mencarimu ketika aku sudah memutuskan untuk menujumu?
Bagaimana aku bisa mudah menjawab sementara aku merasa tak berhak?
Bagaimana aku, ah bukan, bagaimana hatimu sesungguhnya?


*imajinasi*


2 comments: