Friday, August 24, 2012

(masih) Manusia

Ya Allah...

Ketika saya sedih, tanpa pikir panjang saya berdoa padaMu dengan segala ketidakbijakan saya memahami persoalan yang sesungguhnya.

Ya Allah...

Ketika saya marah, kemarahan saya berbuah doa-doa tak baik dan terkurung dalam kemarahan yang tak sehat itu. Dan semuanya serasa patut menerima doa-doa api ini.

Ya Allah...

Ketika saya kecewa, ratap menjelma doa dan seolah-olah menyalahkan semua orang karena kekecewaan itu sepatutnya bukan hanya milik saya sendiri.

Ya Allah...

Ketika saya bahagia, saya mantap berdoa atas kebahagiaan yang saya terima. Semua terasa baik. Tidak ada yang perlu dirisaukan.


#


Hari ini, hamba merampungkan malu. Doa-doa itu, semuanya, apakah dikala saya sedih, marah, kecewa, ataupun bahagia...adalah doa-doa tanpa 'filter' yang mengalir bersama suasana hati. Hamba tahu, Engkau Maha Bijaksana atas apa yang harus dilakukan terhadap doa-doa yang terpanjatkan.

KebijakanMu tiada tara. Entah, dapatkah saya membayangkan jika semua doa-doa itu engkau kabulkan? Penyesalan seperti apa yang kelak saya kecap?

Ah, manusia memang pintar berdoa. Ternyata, (sampai) hari ini saya adalah manusia. 
 

#

"Jadikan saya bodoh dalam berdoa, Tuhan. Meminta apa yang seharusnya diminta. Mengharap yang sepatutnya diharap."


No comments:

Post a Comment