Monday, June 2, 2014

Mengalahkan Hujan Bulan Juni




Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon bunga itu.

(Hujan Bulan Juni, SDD)

*
Sebaiknya kita pulang saja, menuju pertanyaan-pertanyaan yang pernah dikumpulkan mata kepada hati. Sudah di pertengahan tahun sejak kita mengayuh peluh, sampailah di jawaban yang lusuh. Bahwa sedemikian rapat hati menyimpan rahasia, pada matalah kita perlu menutup celah. Karena tatapan selalu mencari jendela yang terbuka. 

Sebaiknya apalagi untuk yang terbaik kita? Mari tak berjumpa. Mari mengunci cerita. Atau mari memperbaiki diri. Agar kita baik-baik saja, jika api menyala dan membakar udara. Agar kita baik-baik saja, saat sesak asap melesap menjelma dupa. Agar kita bisa bernafas dengan tenang, saat kesendirian menawarkan diri menjadi teman. 

Sebaiknya kita mencoba memilih satu yang sama. Melambai atau menggenggam. Melepas atau mendekap. Karena kelak kita perlu tabah yang bertubi-tubi, untuk mengalahkan hujan bulan Juni.

Sebaiknya... 


Makassar, 01 Juni 2014.

*Dengarkan soundcloudnya di sini. :) 


No comments:

Post a Comment