Friday, June 22, 2012

Di Sebuah Masjid

Ada halaqah, di petak-petak hijau muda. Si jilbab ungu menyusuri patah-patah, seperti menakar tempat strategis untuk memulai usaha. Telinganya awas, jilbabnya tipis dan menembus bayang hingga telinga.

Dihadapnya satu lingkaran, didapatnya satu senyuman, diturunkannya setengah badan. Macam setan kesetanan, Si jilbab ungu malah menarik diri dan menghilang. 

Di anak tangga masih saja terbayang, "Neraka! Tempatnya di neraka. Api berkobar-kobar, daging-daging meleleh, tulang-tulang dilumat jadi abu. Begitulah akhir para pendosa." 

Dikenangnya tadi malam, kali sekian menjaja badan. Ujung jilbab ungu basah tak terperikan. Telinganya masih membayang, ditutup kuat-rapat tangan gemetar.

No comments:

Post a Comment