Showing posts with label Catatan Biasa. Show all posts
Showing posts with label Catatan Biasa. Show all posts

Friday, May 8, 2015

Hal-hal Sederhana yang Kucemburui :D


source: google


Cemburu adalah hal wajar, sebagai seorang manusia biasa, saya juga kerap kali cemburu pada orang-orang yang memiliki apa yang saya tidak miliki. Kecemburuan akan jatuh pada titik klimaks 'IRI' apabila kita tidak bisa mengendalikan rasa itu, dan perkara 'Iri/Hasad/Dengki' ini sungguh menyeramkan jika sudah terealisasikan dalam perbuatan yang tidak baik (parahnya sih gitu). Dalam hadits Nabi, iri/hasad/dengki itu seperti api memakan kayu bakar. Uff, jadilah abu. Pahala kita habis karena rasa iri yang tak jua memberikan apa-apa kecuali keburukan. Naudzubillah.

Nah, kali ini saya ingin menuliskan hal-hal yang sungguh saya cemburui tapi tidak sampai iri. :D Cekidot...

source: google

1. ORANG YANG TIDAK MUDAH SAKIT alias FISIKNYA KUAT


Sakit, wajar kan? Kalau sakit-sakitan? -_- Sungguh gak enak. Dikit-dikit sakit, kena hujan sakit, kerja berat sakit, ninggalin satu waktu makan sakit, abis nyuci baju sakit, banyak pikiran sakit...ckckck itulah saya. Kata mama, sejak kecil fisik saya memang lemah. Paling sering jatuh dan terluka lalu nangis. Di dahi saya saja ada 2 bekas luka robek, yang satu mirip tanda lahirnya Harry Potter (bangga). :D

Sampai sebesar ini, tak terhitung berapa kali saya sakit. Meskipun bukan sakit parah, tapi tetap saja mengganggu aktivitas. Saat sekolah, sudah dipastikan selalu ada izin sakit menghiasi absen. Paling parah adalah maag. Beberapa catatan di blog ini juga sudah mengabadikan waktu-waktu sakit saya. Ramadhan tahun lalu, karena sakit saya harus batal sampai 13 hari, hampir setengah bulan! Padahal saya gak dapet tamu bulanan, tapi sekarang saya harus ekstra membayar hutang puasa. Kenapa ekstra? Karena butuh kemauan dan keyakinan serta kondisi yang fit untuk puasa, bagaimana caranya agar maag tak menyerang. Uff!

Saya cemburu dengan orang sehat yang jarang sakit, sepertinya tak akan ada moment keren yang mesti dia tinggalkan hanya karena berbaring di atas kasur. Selalu mudah menjawab kabar, toh dia kan sehat-sehat saja. Kalau saya? Agar tidak ditahu sakit (lagi), jawabnya Alhamdulillah titik. Tapi, biar bagaimana pun wajahku saja selalu seperti orang sakit karena pucat, tangan saya hangat, dan suara saya lemah tak berdaya *eh. Ah iya, saya jarang menulis status kalau lagi sakit, karena saya tidak ingin ditahu kalau sedang sakit dan mengkhawatirkan orang. Kalau pada akhirnya nulis, berarti emang mau ditahu. Halahhh... minta didoakan maksudnya. :D

Benarlah, di dalam raga yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Benar pula bahwasanya mu'min yang kuat lebih baik dari mu'min yang lemah. Dalam hal apapun, orang-orang yang sehat lah yang dibutuhkan. (kecuali rumah sakit :D) Dengan raga yang sehat serta jiwa yang kuat, hari-hari bisa dilalui tanpa diganggu obat-obatan dan dapat mengerjakan banyak hal --seharusnya sih seperti itu.

Jagalah sehatmu sebelum sakitmu, sederhana sekali nasihat ini, namun sangat berharga. Selamat yah, yang fisiknya kuat dan jarang sakit. Aku cemburu. Minta tipsnya dongsss... :)


source: google

2. WANITA YANG JAGO MENGENDARAI MOTOR


Ahahaha, ini bener deh. Saya cemburu sekaliiiiiii....saya bisa, tapi nggak jago dan nggak punya keberanian. Nih yah, kalau boleh sebut merk... para wanita hebakk yang pernah saya rasakan sendiri saat di bonceng mereka adalah... kak Atun selama perjalanan PPI, ckckck dengan syal oranye yang berkibar ditiup angin dia jadi gagah sekali di mata saya. Fiqah alias Azure, saat MIWF dia bonceng saya ke sana ke mari, dan nampak anggun dengan kaca mata hitamnya. Ikha, jangan ditanya... berapa kali saya jadi pasiennya yang deg-degan kalau dia sok ngebut-ngebut gitu. Kak Ira, nahh iniii.... kecil-kecil cabe rawit, masa dia bonceng saya dan Nia pas pulang dari rumahnya Amel. Lalu, Dewi.... ckckck dia super-super kuat, seperti gak ada capeknya, padahal saya saja yang dibonceng merasa pegal-pegal saat mondarmandir di Losari. Trus, Dila NAF, emang sih diboncengnya cuman dari Al-Markaz ke Cafenya Mail, tapi beberapa kali juga saya lihat dia bawa motor saat di Lakkang, sudah cukup menggambarkan bahwa dia sudah lihai menaklukkan roda dua itu. Teman di Jakarta, yah Taryanti yang sudah bonceng saya yang berat ini. 

Saya ulangi, saya cemburu! Ahahaha karena saya tidak punya keberanian untuk menaklukan motor di jalan raya. Untuk jalan kompleks saja, saya masih takut dan suka nerpes. Saat pertama kali belajar motor, Alhamdulillah bisa, kemudian coba-coba bonceng Kak Jan dan jatuh dua kali (mianhe kak). Paling sulit rasanya, melewati jalan kecil dan tentunya.... belokan! Hahahaha bagaimana caranya belokkkk nahhhh???? -___- bisa gak sih jalanan itu lurus-lurus saja? ckckck 

Bisa mengendarai motor adalah poin plus untuk seorang wanita, apalagi kalau di jalan raya dan bisa belok. :D Am sure, sangat bermanfaat sekali! Tapi... mental saya mines untuk mengendarai motor di jalan raya, terlebih di jalan Jakarta yang harus berhadapan dengan monster konte serta pengendara yang hilang kendali alias ngebut2 gak jelas. Saya hands up! :D
 
source: google

3. WANITA YANG PUNYA PERALATAN MAKE UP


Nah! Inilah yang saya tak mengerti -_- mengapa saya tidak punya alat make up? Anu, sekedar keinginan pun hanya wacana, sejak SMP bilangnya nanti kalau udah SMA, pas SMA rencananya kuliah baru beli atau rajin make-upan, pas kuliah berangan-angan berdandan kalau kerja, sekarang udah kerja...... saya tetep GAK PUNYA ALAT MAKE UP! Minimal lipstick atau lipgloss atau lipblam gituuuu! Ahahaha nama-nama alat make-up pun saya kurang tahu, yang saya punya cuman bedak baby, itupun kalau pergi saya masukin dalam kertas biar gak ribet. ckckck

Saya cemburu melihat wanita yang fashionable, yang kemana-mana, di dalam tasnya ada tas lagi...isinya alat kosmetik gitu. Tissue pun saya gak pernah bawa. Ahahaha... bahkan saya pernah ketemu sama seseorang yang gak banget keluar rumah kalau gak pake bedak atau make-up... ehmm ini sih lumayan berlebihan, tapi demi kecantikannya mungkin jadi dia begitu. Saya boro-boro, -_- biar gak mandi juga hayok aja (silahkan illfeel) :P

Saya gak cemburu sama wanita cantik, tapi saya cemburu mereka yang punya alat kosmetik yang tahu make-up ato sekedar jago ngomongin fashion. Udahh gitu doang. Maklum cewekkk.. biar cuek bagaimana pasti ada sisi feminimnya yang menuntut untuk .. ah sudahlah! :D

***

Ngapain sih, hal-hal yang kayak gitu dicemburuin? Iyah, gak tau juga kenapa. Masih banyak sih yang saya cemburuin, dari yang sederhana sampe yang hebakk juga ada. Tapi segini aja deh. Nanti saya capek, trus sakit lagi haddduhhh -_-" Bagi yang memenuhi kriteria semua di atas, selamat yah... saya cemburu nih :( :'D

Cikarang, 08-0515

Saturday, May 2, 2015

Selamat Hari Pendidikan Nasional :')



sumber gambar: Iwan Fals Fanpage

"Saya percaya pendidikan adalah hal utama untuk mengubah kehidupan bangsa ini --Indonesia bahkan dunia. Sebagaimana kutipan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, bapak Anis Baswedan dalam sammbutan Hardiknas 2015, "Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa." 

Pendidikan bukan (hanya) bicara tentang bagaimana menyeduh kopi ternikmat, tapi bagaimana menciptakan bibit kopi yang unggul untuk mengolahnya menjadi kopi paling nikmat dan istimewa. So, pendidikan dimulai sejak dari diri sendiri dan koordinasi yang baik dari segenap lini (keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, dan pemerintah).

Oleh itu, mari menjadi pelaku pendidikan yang baik dan benar, ambillah tanggung jawab untuk memajukan kehidupan bangsa. Dan semoga kebijakan-kebijakan yang menyangkut pendidikan di Indonesia, lahir murni atas kesadaran pentingnya pendidikan, bukan karena hal lain. Aamiin."

~sekedar opini saya :)

Jkrt, 020515

Tuesday, April 21, 2015

Duh, Pertanyaanya Ituloh! :D




"Seperti apa kamu 10 tahun kedepan?" (anon)



33 tahun?

I am a best writer, absolutly fulltime wife and mother. :')

10thn ke depan, saya adalah seorang istri dari partner hidup -yang entah siapa. Membangun rumah tangga yang harmonis, saling menyelamatkan impian, dan selalu berbincang banyak hal. Saya akan menjadi 'pakaian', sebagai penutup segala kekurangannya. Menjadi 'rumah' sebaik-baik tempat berpulangnya saat resah ataupun bahagia. Serta menjadi 'perhiasan' baginya, dan selalu mengharap ridhonya. Setiap pagi sy akan sibuk menyiapkan sarapan untuknya, mengurus pakaiannya yg sdh dipersiapkan td malam, memasangkan dasi dan mendoakannya sebelum pergi kerja. Kemudian menunggunya pulang. Lalu kami berbincang tentang kegiatan masing2, sambil makan es krim, sambil memandang langit, dan ditemani alunan musik y menenangkan. :')

10thn ke depan, saya adalah seorang ibu dari dua anak (semoga kembar aamiin). Riang mengurus anak dari pagi ketemu pagi. Saya memilih untuk tidak bekerja, dan menjadi seorang ibu sepenuhnya. Karena saya tdk akan menyerahkan anak sy u diurus oleh orang lain, sebab seorang ibu adalah madrasatul ula, sekolah pertama bagi anak2nya. Saya akan selalu berada di sisi anak saya, sebagai tempat belajar segala kebaikan dan menemaninya tumbuh menuju kedewasaan. Setiap malam sy akan membacakan cerita buatan sy sbg pengantar tidur anak2, mendengar cerita si sulung slm di sekolah, dan senantiasa menasehati mereka u terus mengingat Allah dimanapun berada. terus mengupgrade diri, baik keimanan maupun ilmu yg dimiliki sebagai bekal menghidupkan keluarga kecilku di jalan yang di ridhai-Nya.

10thn ke depan, saya adalah seorang guru ngaji u anak2ku serta anak2 di lingkungan sekitar. Ba'da ashar mereka sdh berkumpul di rumah untuk belajar iqra, hafalan surah pendek, maupun kisah2 nabi. Di samping itu, saya menjadikan halaman rumah sebagai 'rumah baca' untuk anak2, sbg tempat mereka belajr menulis, sekedar membaca atau bermain bersama.

:')10th ke depan, saya adalah seorang penulis yang telah mengeluarkan Novel dan Buku Puisi. Mengisi seminar ttg kepenulisan di mana-mana, kalau suami mengizinkan dan tdk menggangu kebersamaan dengan anak2. kalau tidak ada kegiatan di luar, saya akan sibuk menulis di rumah, di waktu yang senggang. Karena menulis adalah bagian dari hidup saya. Kalau anak2 mengajakku bermain,saya akan meninggalkan kegiatan menulis saya dan bergembira bersama mereka. :')

10thn ke depan, saya adalah wanita yang InsyaAllah seperti apa yang saya tulis hari ini. Semoga Allah menggariskan takdirnya sebaik-baik pengharapan, jikalau akan berbeda, semoga lebih baik lagi dari apa yang saya rencanakan. Jika sy menjumpa kenyataan yang sangat jauh dr apa yang diharapkan, semoga saya diberi kekuatan n kesabaran untuk menjalaninya. :')

*Dear anon.. mohon doanya yah. :) Kalau mau tertawa juga gak papa, hehe sy juga ketawa terharu ini liat rancangan hidupku y akan datang. :'D

*

Ahahaha gokillll... that's such an amazing question! :D Tau aplikasi ask.fm kan? Itu loh aplikasi buat kepo-kepoan, alias nanya-nanya gitu ke seseorang. Awal buatnya untuk gokil-gokilan, liat aja di bio saya "Hei, I am sky lover. There are no serious answers here, so just ask me anything n we'll be fun together. :D" Ngakunya sih gak ada yang serius jawabannya, tapi coba lihat jawaban dari pertanyaan di atas, ckckck kelewatan serius banget. Tapi, lucu juga sih, ada yang nanya kayak gitu. Klo menurut saya, itu si anon (pertanyaan anonim yang tidak menyertakan user) adalah Ishma, karena cuman dia temen ask yang lumayan aktif nanya. Jadi, klo ada anon, mikirnya langsung ke Ishma. Tapi untuk pertanyaan yang satu ini, perlu konfirmasi dulu itu beneran dia atau bukan. Soalnya pernah ditanya sama anon, pas dijawab serius eh ternyata kata Ishma bukan dia. huhu :/

Bagi yang mau nanya-nanya, silahkan langsung nge-ask aja, pasti dijawab kok. Tergantung mood, kalau pengen serius jawabannya sudah tentu serius, tp kalo lagi datang gokilnya, terima saja jawaban aneh bin gokil yah. :D 

Duh, pas buka ask sekarang, ada pertanyaan 'seram' : Berapa anak yang kau idamkan?

-_- Alamakkkk... sepertinya masih lanjutan ask sebelumnya, huhu Ishma, is that you?


Jkrt, 220415

Thursday, April 16, 2015

Jadi, Diam dan Dengarkanlah! :)



Mama saya adalah salah seorang pencerita ulung, sangat menyenangkan mendengar ceritanya. Setiap ada kesempatan mengobrol, mama pasti memiliki bahan apa saja untuk diceritakan, tentang kehidupan kebanyakan. Kadang ngobrol tentang berita terhangat di TV, mulai dari politik, kasus kriminal yang kian hari semakin membuat merinding saking jahatnya, atau sekedar berita artis yang selalu ramai dibicarakan.

Namun, ada satu hal yang saya perhatikan darinya ketika kami sedang mengobrol, yaitu mama tanpa sadar mengulang-ulang cerita yang pernah dia ceritakan sebelumnya. Bukan hanya sekali-dua kali, tapi berkali-kali. Bahkan, gerak tangan, intonasi, mimik wajah, jalan cerita semuanya sama dan saya hafal betul jadinya. 

Salah satu cerita yang paling sering diulang adalah, cerita tentang kakak saya Andi, hilang saat kami sekeluarga jalan-jalan ke Jakarta Fair. Mungkin itu adalah moment terburuk yang beliau rasakan, bagaimana takutnya seorang ibu kehilangan anaknya. Saat itu kami masih kecil-kecil, dan beliau selalu bilang di akhir cerita, "Mama gak bisa bayangin kalau waktu itu mama gak ketemu sama Andi, bagaimana nasibnya sekarang. Jadi gembel kali." Yah, menakutkan. Sangat malah.

Biar bagaimana pun, tetap saja, kalau mama sedang mengulang ceritanya lagi (tanpa sadar seakan-akan inilah pertama kalinya dia bercerita) ingin rasanya menyeletuk, "Udah pernah mama cerita ini. jangan diulang-ulang terus dong." Tapi, saya -mungkin saudara yang lain juga memilih untuk diam saja, membiarkan mama meneruskan ceritanya. Tidak menyela, memotong, atau melontarkan kata-kata yang sempat dipikirkan di kepala. Saya mendengarkan dengan seksama, seolah-olah inilah kali pertama saya mendengarnya. 

Kenapa? Karena saya ingin menghargai mama, sebagai orang tua yang sedang berbicara. Sebagai orang dewasa yang perlu dihormati. Juga sebagai salah satu tanda, bahwa ada kalanya kita perlu menahan ego untuk terjalinnya kebersamaan. Ini memang terdengar sepele, tapi coba bayangkan jika kita langsung menyela begitu saja, bukan hanya pada orang tua saja, saudara, teman sebaya, atau sesiapa pun. Tentulah menyakiti hatinya, atau sekurang-kurangnya, orang yang sedang bercerita jadi tak lagi berani untuk bercerita. Diam dan merasa kecewa.

Realitas kebanyakan, orang-orang tak sabar mendengar dan langsung memotong begitu saja. Seperti pemenang menuntaskan pembicaraan, "Sudah tahu." atau "Sudah pernah dicerita kali." dan masih banyak lagi. Tanpa memedulikan, pada kalimat yang mana kita menyakiti hati mereka. Bila ingin memberitahu, tunggulah sampai di akhir cerita, dan katakan dengan baik-baik. As simple as smiling each other, semestinya. :)

Jadi, diam dan dengarkanlah!

Bila kita menjumpai situasi seperti ini, maka turunkanlah ego, sejenak saja kita dengarkan apa yang lawan bicara katakan. Bisa saja, pengulangan yang terjadi disebabkan betapa berkesannya moment itu, hingga tanpa sadar dia selalu ingin membicarakannya. Entah itu sebuah kebahagiaan atau justru kesedihan. Mari terus belajar untuk saling menghargai sesama. :')


Jakarta, 170415

Wednesday, March 4, 2015

Have You Ever Heard This Song?




HEY, THERE DELILAH!


Saat sedang berselancar di dunia maya (read: blogwalking), telinga saya menangkap sebuah lagu yang easy listening terputar di radio. Yah, memang sudah menjadi kebiasaan saya mendengarkan radio sejak SMP, sampai sekarang pun saya lebih suka memutar radio dibanding mp3. Di lain waktu saya akan cerita alasannya. :) Yup, back to the song, melodinya sederhana, petikan gitar dipadu dengan suara yang lembut-lembut renyah (ckckck) menarik perhatian saya untuk mendengarkannya dengan seksama. 

"O...wat yu du tu mi...wat yu du tu mi...O...wat yu du tu mi...wat yu du tu mi...wat yu du tu mi..." 

Hahaha, telinga saya hanya bisa menangkap sebaris lirik di atas. Berbekal sepotong lirik yang berulang-ulang itulah saya menayakankanya ke mbah gugel, "Mbah, tolong carikan lagu dari lirik ini yah... saya suka banget lagunya. Klo boleh tahu lagunya siapa ini mbah?" LOL :D Emang dasar mbah gugel jago, dikasih sepotong lirik aja dia langsung bisa mengenali lagu siapa gerangan. "Nih, cu... itu tuh lagunya Plain White's judulnya Hey, There Delilah! Lihat videonya di sini, bisa juga download di sini, kisah dari lagu ini juga ada kok. Terserah cucu maunya yang mana." Kemudian saya sungkem ke mbah gugel, ngucapin makasih banyak atas bantuannya. So, meluncurlah saya ke tekape. Yeahhh! :D

Bagi pecinta musik akustik ato yang sukanya petikan-petikan gitar doang, pasti langsung kepincut sama lagu ini. So did I. Kalau liriknya sendiri, menceritakan tentang seorang lelaki yang terpisah jarak dengan ceweknya gitu.

"Hey there Delilah
You be good and don't you miss me
Two more years and you'll be done with school
And I'll be making history like I do"

Tapi...ada yang lebih menarik loh yang saya dapatkan, yaitu kisah di balik terciptanya lagu ini. Diceritakan di sini, Delilah di dalam lagu ini benar-benar ada loh! Jadi, Delilah itu adalah nama seorang wanita yang ditemui Tom (pencipta lagu dan vokalis utama Plain White's) yang kemudian padanya si Tom 'Falling' dan berjanji akan membuatkan sebuah lagu. Mereka pun terpisah, karena Delilah harus pindah ke Newyork untuk mengejar mimpinya sebagai pelari hebat. Awalnya, Delilah berpikir itu hanya 'gombalan' saja namun ternyata Tom sungguh-sungguh membuat sebuah lagu yang berjudulkan namanya: Hey, There Delilah. Dan yang lebih mencengangkan lagi, lagu ini booming dimana-mana dan menjadi nominasi Grammy Award (akhirnya menang jd Song of The Year, kayaknya :D) seperti janji Tom. Akhirnya, Delilah pun terkejut dan sebagai apresiasi atas usaha Tom, dia menghadiri acara pengumuman Grammy Award: yey ketemuaann ahahaha.

Cieee...

Apakah berakhir bahagia? Yep! They're so happy being a BESTFRIEND! :D Ahahaha gokil kan? Delilah sudah punya pacar loh dan dia hanya menganggap Tom sebagai sahabatnya. Adapun prinsip Tom, "Apapun semua yang didasari cinta tulus, takkan sia-sia." (kemudian tepuk tangan prok prok prok) Yang penting jadi lagu yah Tom? Hehehe

Yup, demikianlah kisah di balik lagu Hey, There Delilah. Sungguh, salah satu yang membuat sejarah lebih menarik, karena ada nilai yang terkandung di dalamnya. Seperti sejarah lagu ini, ada yang bisa menyimpulkan? :)

Jakarta, 050315

Saturday, February 28, 2015

Bertemu Ketua Kelas Paling Galau Sejagad! :D


Potongan kenangan di SMA


Beberapa hari yang lalu aku bertemu teman lama --tanpa sengaja. Aku sempat tak mengingatnya -seperti biasa- namun dia mengenaliku lebih dahulu. "Aisyah yah? Yang 52 kan?" tanyanya sambil mengingat-ingat lagi. "Iya," jawabku sambil mengingat juga siapa sosok tinggi di depanku. "Dery kan?" tanyaku sedikit ragu. Lelaki itu mengangguk dan kemudian menyodorkan tangannya. "Apa kabar lu?" Aku cengengesan, lalu menangkupkan tangan -salaman ala lebaran. Dery mengerti namun keadaan sempat canggung untuk beberapa detik. "Baik kok." jawabku sambil tersenyum.

*

Sebelum pindah ke Makassar dan kemudian masuk pesantren, aku sempat mencicipi rasanya jadi anak SMA di Jakarta, itu pun hanya 3 bulan saja. Tepatnya SMA 52 Jakarta Utara. Meski terbilang cepat, namun cukup membuatku terkesan. Karena proses untuk masuk ke sana, lumayan sulit, dan aku mengerjakan pengurusannya sendiri -bersama teman sih. Orang tua menyerahkan urusan ini sepenuhnya padaku, katanya belajar mandiri, jangan bergantung lagi sama bapak. Aku -terpaksa- mengiyakan, sebagai anak rumahan, ini seperti perintah militer untuk berperang. -_- Lebay!

Bersama Taryanti (Tari), kami mengurus semuanya. Berteman sejak SD sampai SMP, membuat kami ingin melanjutkan jenjang SMA yang sama. Di rumahnya yang sejuk dekat persawahan, kami mengukir mimpi untuk terus bersama, tak hanya sampai SMA tapi kami akan memasuki dunia kampus yang sama juga. Begitulah, impian demi impian kami tautkan sambil menerawang apakah yang akan terjadi di masa depan akan sama dengan apa yang direncanakan. (Dan masa depan telah menjawab, kami berpisah bahkan sebelum purna masa putih abu-abu.) :(

Alhasil, kami berdua lolos. SMA 52 merupakan pilihan kedua untuk kami, yah lumayan bergengsi pada masa itu. Nah, di sinilah awal mula aku bertemu Dery. Sejak MOS, Dery sudah menyita banyak perhatian -tidak hanya siswa baru lainnya tapi kakak2 kelas juga. Kaum cewek tepatnya. -_- Tidak terkecuali Tari. Dery mirip Bondan Prakoso; tinggi dan berkacamata. Setiap dia lewat, aku tahu banyak yang menatapnya kagum -cewek2 itu. :D

Pembagian kelas dilakukan dengan tes. Hasil nilai menjadi patokan urutan kelas, yang tertinggi (pasti) menjadi siswa unggul di X.1 dan seterusnya sampai bontot. (Ah, aku tak sepakat pembagian kelas seperti ini, seperti ada dikotomi antara kelas unggulan yang diisi si pintar dan kelas buangan yang berisi si bodoh -kasar sekali) -_- Aku berdoa bisa sekelas dengan Tari lagi, tapi kenyataannya tidak --aku masuk di kelas X.2 dan tari X.5. Dan tak ada kebijakan untuk pindah2 tempat, arghhh... tapi yang membuat lebih dramatis lagi, Dery sekelas denganku juga! Tari envy setengah mati -saat itu. "Dih, Is lu enak banget bisa sekelas sama Dery." kalau tak salah begitulah katanya. Andai saja Tari tahu, bahwa cowok yang kukagumi (jelas bukan Dery) itu ada di kelasnya! Arghh kehidupannnnn.... :D

Begitulah, keinginan terkadang seperti dipermainkan kehidupan untuk tak semua terwujud, padahal adalah sesuatu yang ditakdirkan. Tari selalu datang di kelasku kalau istirahat, untuk bertemu Dery, setidaknya melihatnya sekali setiap hari. Sedang aku, tak pernah bisa ke kelasnya, dan melihat apa yang ingin aku lihat. :D Pernah suatu ketika, saat aku sedang mengobrol dengan Tari, Dery datang dan bertanya, "Syah, gua cocokkan pakai kaca mata yang ini atau yang ini?" sambil memperlihatkan kacamata yang biasa dipakainya dengan kaca mata berbingkai putih milik temannya. Aku tunjuk kacamatanya. Dia pun berterima kasih dan pergi. Tari mencengkram tanganku, "dihhh Is, enak banget lu bisa akrab sama Dery." -___- Akrab apanya??? Ini terlalu biasa untuk dibilang akrab. ckckck

Dery ketua kelas dan tukang galau. Aku sekertaris yang pendiam. Dia anak PMR yang aktif banget. Aku anak rohis dan KIR yang tertutup. Kami tidak akrab2 banget, memang terkadang tiba2 dia suka curhat tanpa aba-aba. "Syah, sini deh. Lihat itu yang di sana... itu yang rambut pendek. Gua suka banget tuh sama dia. Tapi gua udah ditolak berapa kali." kemudian dia membuka jendela dan memberi kode -tepuk tangan- ke arah cewek di dekat gerbang. Sayangnya, cewek itu hanya mendongak (kelas kami di lantai 3) sebentar saja ke arah kami -cuek. "Kakak kelas?" kataku menahan tawa. Dery sudah galau, lagi. Ahahaha jadi gossip yang beredar kalau ketua kelas kami ini suka kakak kelas itu benar. Katanya sih udah nembak 2x tapi ditolak (kasiannn). Padahal kalau bisa dibilang yang naksir Dery itu banyakk banget. Bahkan saat jam istirahat aku pernah lihat ada (berberapa!) kakak kelas ganjen minta foto bareng sama Dery. Hoh? What the hell?! Bak arjuna Dery di kejar-kejar wanita, tapi sialnya, sang Arjuna sudah kepalang kepincut sama cewek yang (katanya) nolak dia karena gengsi pacaran sama adik kelas. Ckckck 

Satu hal yang kuingat jelas, beberapa hari sebelum kepindahanku, Dery minta doa dan bantuan. "Syah, gua mau nembak Si (lupa namanya) lagi, kalau dia nolak gua bakalan nyerah. Doain gua yah syah. Lu ikut gua yah, nanti pulang sekolah lu duduk aja di kantin, gua udah janjian ketemu di sana." katanya dengan nada yang dipaksa-paksa semangat. Sebenarnya malas banget ikut2an begitu, tapi kasian juga melihat ketua kelas kami kayak kalah sebelum bertanding, saya pun mengiyakan. "Jangan pake lama yah, nanti gua kemalaman pulangnya." Dia nyengir senang, mungkin merasa ada pendukungnya yang akan menjadi saksi hidup melihat keberhasilannya nanti. Mungkin!

--------------------

Saat pelajaran Bahasa Indonesia, Dery minta izin ke toilet, Ibu guru yang merupakan wali kelas kami mengijinkannya dengan syarat, "Kalau telat, ada hukumannya. Sana 5 menit!" Dery pun ngacir dan secepat mungkin kembali, tetap saja... dia telat. Saat datang, ibu guru memasang tampang marah dan tanpa tahu apa-apa Dery mengikuti saja perintah untuk berdiri di hadapan kami. Ahahaha ketua kelas yang malang, dia tak tahu bahwa saat dia pergi tadi, kami mengadu ke Ibu guru bahwa sang ketua kelas sedang patah hati. Kemarin, dia ditolak (lagi) untuk ketiga kalinya. Ibu guru pun ketawa, dan muncul ide isengnya untuk mengerjai muridnya. (guru gokilll) "Kamu itu ketua kelas, kalau ada peraturan harusnya kamu duluan yang beri contoh. Hukuman apa yang bagus untuk ketua kelas?" telah disepakati sebelumnya, kami ingin melihat Dery menyanyi, meski suaranya bagus tapi kami ingin melihat ekspresi patah hatinya saat menyanyi. Setelah mencoba menolak, akhirnya Dery pasrah. Mukanya sangat tak bersemangat... ahh begitulah, hatinya sedang patah berkeping2. Dia pun bernyanyi...

"lama sudah aku merasa
kau tak pernah menyimpan cinta
pada diriku
pedih hatiku ini

selalu ku coba menutup mata
berharap nanti kau beri hati
namun ternyata tak jua sirna
cintamu padanya tetap kau jaga

bertepuklah sebelah tangan
cintaku ini pada dirimu
sakitnya hati saat bersaksi
melihatmu lagi bersamanya

reff: aku beranjak dari hidupmu
dari masalah, dari belenggu
telah kau sakiti, kau khianati
semua mimpi, mimpi indahku

aku menyerah untuk mencinta
ajari aku melupakanmu
kini kusadari di dalam sepi
meski ku pedih cinta tak ada lagi

cinta tak ada lagi, cinta tak ada lagi
cinta tak ada lagi

selalu ku coba menutup mata
berharap nanti kau beri hati
namun ternyata tak jua sirna
cintamu padanya tetap kau jaga"


Berkat Dery, aku jadi tahu dan takkan pernah lupa lagu milik RIBAS-Sebelah Hati. Ketua kelas yang patah hati itu menyanyikannya dengan sempurna lemasnya. Namun dia menghayatinya, sampai2 matanya tertutup. Kami mendengarkannya dengan sekasama, setiap lirik yang keluar dari mulutnya seperti keluar dari hatinya terdalam. Ibu guru yang tadinya ketawa kecil, seperti merasa tak enak hati dan kemudian menatap kami meminta pendapat dalam bahasa diam. Lanjut atau tidak? Mungkin seperti itu yang ingin dikatakannya. Kami dibawa hanyut oleh kegalauan Dery. Sungguh naas jam pelajaran Bahasa Indonesia -yang paling aku senangi- tergerus oleh nyanyian patah hati anak muda. Walaupun jengkel, tapi mau tak mau, aku sebagai saksi hidup penolakan itu ikut berduka bagi ketua kelas yang kemarin dengan lesu jalan beriringan denganku, "Gua ditolak." Lorong kelas sudah sunyi. Iya gua tahu stupid, kan gue lihat dan dengar sendiri tadi, kataku (hanya) dalam hati. "Yaudahlah... gpp. Udah sore nih, gua mau pulang takut kemaleman." begitulah jawabanku yang paling simpati, aku tak tahu (tak berpengalaman patah hati -_-) bahwa penolakan yang terjadi bisa membuat anak manusia yang ada di hadapan kami saat ini, menjadi ketua kelas paling mellow sejagad. Fiuhh!

Lagu selesai. Dery diperbolehkan duduk, sebelumnya Ibu guru ngasih wejangan tentang perkara hati; cinta. Aku tak mengingat jelas nasehat seperti apa, karena sumpah mati aku sungguh tak peduli -saat itu. Aku hanya ingin belajar Bahasa Indonesia secepatnya, titik! Oia, mengenai kabar terbaru tentang Dery, akan menjadi kabar bahagia buat para kaum cewet 52 -- Tari tak boleh ketinggalan! :D

*

Hanya sedikit kenangan saja yang tercipta antara kami, jadi pas bertemu, hanya itu yang dicerita. Dia ngakak sendiri saat kuceritakan apa yang kuingat, "Masa lalu itu, ah! Bikin malu gua aja lu!" Hoh, nyadar juga nih anak. Dia emang sangat memalukan saat itu. :D 

Fotocopy-an ku selesai. Aku pun pamit duluan. "Oia Dery, itu yang bubur Tresno rumah lu kan yah?" Aku baru ingat, tempat fotocopy yang aku singgahi sebelum pergi mengurus lamaran kerja ini dekat rumahnya yang pernah ditunjukkannya. "Iya, itu yang sebelum belokan." Ckckck pantaslah aku menemukan manusia ini di sini. "Lu kan dulu gua janjiin bubur gratis yah?" kata Dery mengingat ucapannya di Ruang Lab Bahasa. Ahahaha... padahal itu juga yang buat aku ingat bubur Tresno. "Iya, deh lama banget tuh baru gak pernah jadi." kataku seolah-olah kecewa. "Salah lu lah gak pernah mampir, kan gua udah nawarin." Aku tertawa, dan menyetop angkot. Setelah memberi salam aku babay-babay. Memikirkan tawaran bubur gratis, mungkin lain waktu. Entah kapan karena jalan ini takkan lagi sering kulewati. Apa perlu aku mengajak Tari? :D

Terima kasih Dery, kisahmu mengajarkan satu hal padaku... apa yang patah berkeping-keping akan disatukan kembali oleh waktu. Tak ada yang benar-benar abadi, bukan? Apatah itu kesedihan maupun kebahagiaan. So, enjoy the whole of moment in our life! :))

Jakarta, 24 Feb 2015


*oia, Dery ingat saya karena tahi lalatku yang khas -__- hebakkk! :D

Friday, February 20, 2015

Dirindukan 3 Amel :'D


Sembilan belas Februari dua ribu empat belas, seperti kejutan hari ulang tahun entah siapa. Tapi aku yang tertawa, terharu dan bahagia. Yah, hari ini aku dirindukan tiga adek yang semua bernama 'Amel'! What a funny story today! :D Tetiba kuingat perkenalanku, setidaknya kenangan yang pernah terjadi di antara kami. Ingin kulepas malam ini. :)


kucuri fotomu dulu. mianhe :D

Adek imut berkaca mata pecinta Ada Band, ketemu di ToWR FLP 2011 Pucak. Bersama Kio, selepas kegiatan menjadi dekat seketika. Ketemuan untuk jalan-jalan. Heboh-hebohan bikin blog. Trus punya beberapa kesamaan, suka bulu tangkis, conan, dan es krim. :D Udah gak pernah saling berkabar. Cuman memantau twitternya saja, yang sepertinya dia sudah menjelma menjadi Gadis Nocturnal: munculnya itu pukul 12 malam ke atas. Beberapa waktu yang lalu sampai sekarang kayaknya sedang galau, entah atau memang nih anak anggota aliansi galauers. :P Tetiba bilang kangen, minta Pin, dan... we never ever forget each other. Aamin. :)



:*

Adek lucu yang bertahun-tahun menemani hidupku di Maros. Suka-duka saling tahu. Teman gegana di asrama. Tapi tetap ceria kalau udah dengar ceritanya. Kata kak Dini, puput ngshare blogku karena rindu. Hmmm, emang jarang saya bilang rindu sekarang, tapi semoga dirasakan meski tak kuungkapkan. Selalu kagum membaca blognya, tiap hari kata-katanya meningkat kualitas ketajamannya untuk menusuk hati. Mungkin karena ketulusan yang selalu menyertai dirinya dalam menulis, aku perlu belajar banyak. :) Butuh waktu banyak untuk menuliskan tentang Puput dan kebersamaan kami yang takkan mungkin dilupakan. Aamiin. :)





Adek cantik satu ini, sungguh aneh pertemanan kami. Amel baru 1 SMP (seingatku) saat itu, kala dia mengirimkan sms apresiasi akan puisiku yang dimuat di koran Fajar Makassar. Memang, nomorku tercantum di biodata. Bocah lugu ini beberapa kali menyerangku dengan sms berikutnya. Bertanya tentang puisi, share pengalaman, sampai menanyakan tugas-tugas bahasa Indonesianya. :D Lama tak ada kabar, kami hanya beberapa kali saling membalas mention di twitter. Dan datanglah 'kerinduannya' setelah melihat statusnya Puput ttg blogku. Hoh, mereka berteman ternyata. :D Kini, Amel sudah menjelma jadi gadis SMA yang cantik. Fotonya yang selalu berkeliaran di temlen twitterku, memperlihatkan betapa dia telah menjadi gadis dewasa yang kadang galau juga. Dan lucunya bertahun-tahun sejak perkenalan, kami tak pernah bertemu. Fiuhhh Tapi Alhamdulillah cita-citanya tetap sama, menjadi Penulis dan Guru Sastra. Semoga tercapai sayang... Aamiin. :)

*

Itulah ketiga Amel yang ruarrr biasa bersamaan rindu. 
Jadi, masih adakah Amel lain yang rindu padakuhhh? :D
Miss you too all. <3


Jkrt, 190215

Thursday, February 19, 2015

Laut, Langit, dan Ombak.


Seorang perempuan berdiri menatap laut. Laut yang sangat luas seakan tak bertepi, airnya berwarna kecoklatan, tak seperti air laut yang biasa dilihatnya. Matanya terus memandang ke depan, laut di hadapannya seperti permadani coklat yang tergelar. Dia seorang diri. Angin memainkan rambut, kesejukan membelai kulit, dan kedamaian menelusup ke dalam darah mengaliri seluruh tubuhnya. Dia merasakan ketenangan, meski tak wajar.
Tetiba, ada ombak yang begitu besar. Tingginya hingga menyentuh langit. Namun, tak ada ketakutan dalam diri sang perempuan. Pula keinginannya untuk lari menyelamatkan diri. Padahal selama ini, dia selalu merasa takut berada di air yang kedalamannya lebih dari mata kaki. Tapi kali ini, dia tetap diam; membatu; membeku.
Matanya masih memandangi ombak coklat yang terus bergulung, menujunya. Kedamaian dan ketenangan menyelimutinya. Sampai pada akhirnya ombak pun menghantam tubuhnya yang telah lebih dulu menutup mata, pasrah. 

*

Perempuan itu aku. Dan, laut, langit, ombak, kedamaian, ketenangan hanyalah sebuah mimpi. Bunga tidur yang beberapa hari lalu kualami. Aku tak tahu apa lagi yang terjadi setelah itu. Apakah terganti mimpi lain, terhenti, atau aku terbangun begitu saja, yang aku tahu hanyalah mimpi itu membuatku merinding mengingatnya. 

Aku bukan penafsir mimpi. Semua mimpi yang aku alami, beberapa yang aku ingat kutuliskan saja tanpa tahu apa makna di baliknya. Untuk mimpi yang satu ini, aku merasa di sebuah cerita fiksi. Seperti seseorang yang ... aku malas menuliskannya. Tapi kalau boleh aku tebak, sepertinya kalian yang membaca cerita ini, juga memikirkan hal yang sama denganku. Pemikiran yang dengan cepat ingin dihempaskan dalam beberapa kali gelengan kepala. Dan berharap itu takkan terjadi padaku. Begitu bukan? Semoga tidak. :)


Jkrt, 200215

Friday, February 13, 2015

Tentang Keberanian


bersama para pemberani! :)

miss you all, masih berpuisi kah?

Apa kabarnya mereka? Masih berpuisi kah? Atau menemukan jalan lain menuju diri mereka yang sebenarnya? Foto 5 atau 6 tahun yang lalu ini mengingatkanku pada sebuah keberanian. Keberanian yang kubangun lewat 'kecerewetan', meminta mereka untuk percaya diri pada kemampuan masing-masing. Mengikuti lomba tanpa persiapan lebih dahulu, tentulah menimbulkan keraguan di hati, apalagi sebagian dari mereka ini adalah pengalaman pertama kali.

Sepanjang perjalanan, aku hanya meminta mereka untuk bersikap santai. Tulislah apa yang memang hati mereka inginkan. Tidak usah takut sama peserta lain, jangan pikirkan tentang menang atau kalah, dan menyarankan untuk berfikir out of box. 

Lomba menulis puisi di tempat, diikuti banyak sekolah, lomba ini diadakan dalam rangka menyuarakan dukungan masyarakat Indonesia untuk kebebasan Palestina yang bertempat di Al-Markaz Makassar. Dan, Alhamdulillah, dua dari keenam santri mendapatkan juara 1 (Ulfa) dan 3 (Najwa).

*

Kalau ditanya, apa kekuatan yang paling ingin kumiliki saat ini, maka KEBERANIAN adalah jawabannya. Aku seperti kehilangan keberanian yang pernah kumiliki. Untuk tak ragu-ragu dalam mengerjakan sesuatu dan mengejar impianku.  Dulu, dengan mudahnya kutanamkan sifat itu pada santri-santriku, berani bermimpi, berani berkompetisi, berani melakukan hal-hal yang luar biasa meski dalam keadaan sesulit apapun. Sekarang? Apa yang terjadi?

Masih kuingat jelas saat berdiri di hadapan para santri, setiap jeda maghrib-isya kuisi dengan permainan motivasi, atau sekedar cerita yang penuh makna kehidupan. Lalu kulihat nyala semangat di mata mereka. Pun, di mataku.

Aku merindukan mereka. Ah, keberanian juga. 

Bolehkah aku memilikinya lagi? 
Maksudku, aku akan memilikinya lagi!
InsyaAllah :')

*

jkrt, 140215

Thursday, February 12, 2015

Reuni Kecil: Mengabsen Ingatan :D


rambut berantakan, muka memelas
dasi mencong, ckckck


"Benarkah waktu merubah seluruh?"

*

Tadi, selepas pulang mengantar Nadirah ke Puskesmas, kami ke Marunda Baru untuk beli lauk. Karena sedang tidak enak badan juga, saya tak memperhatikan sekitar, hanya berjalan saja menuju rumah makan. Nah, saat perjalanan pulang, di tikungan seseorang berdiri sambil memanggil Aisyah -namaku. Saya pikir saya salah dengar, saya terus berjalan dan hampir melewatinya. Namun dia mendatangiku. "Weh, Aisyah, masih inget gua gak? Pantesan dari tadi gua perhatiin, kayak gua kenal ini cewek." Saya diam sambil memastikan wajah di depanku. Belum sepenuhnya sadar, seseorang dari dalam mobil KWK berteriak, "Itu Angga bagong." saat menoleh orang itu sedang melongok dan nyengir lebar.

Arghh, sakitnya kepalaku. Saya ingat nama itu, tapi saya tak mengenali wajahnya. Dan, yang di dalam angkot itu, Dana? Hahhhh kenapa ada reuni kecil di pertigaan seperti ini? -_-

Angga bagong alias Angga Jaya Kusuma, salah satu dari '3 Angga' yang ada di kelas dan Dana -yang kulupai nama panjangnya- mereka berdua adalah teman saat SD. Kalau tak salah kami satu sekolah lagi saat SMP tapi beda kelas. Setelah itu, saya tak tahu lagi kabar tentang mereka. Jadi, tadi adalah pertemuan setelah berpisah bertahun-tahun lamanya. So, apakah kelupaanku dimaklumi? :D

"Kalo gua inget, gak?" Teriak Dana. "Iyya, Dana kan?" Dia nyengir lagi, terlihat senang karena saya mengingatnya. "Jangan mau sama bagong!" teriaknya sambil kemudian menancap gas mobil, mungkin penumpangnya marah-marah karena terlalu lama ngetem. -_- Tinggallah saya, Nadirah dan Angga. Sambil berjalan, Angga menanyakan kabar dan beberapa pertanyaan, menjelaskan siapa dan dimana dirinya selama ini. Saya jawab dengan santai, meskipun sedikit merasa asing karena Angga lumayan berubah. "Pelupa banget sih, lu!" Saya tertawa, "Waktu di pernikahan Lela aja gua lupa sama Tio, Tino, blabla" kujelaskan padanya bahwa bukan hanya dia saja yang saya lupakan. -_- Setelah sekitar 10 meter, Angga pamit, "Sampai di sini aja yah nganternya." Ehhh ternyata nganterin tohhh, lagian siapa juga yang minta dianter. wkwkwk -_-

Saat pernikahan Lela -teman SD- saya bertemu beberapa teman SD lainnya, sebagian diingat sebagiannya lagi terlupakan. Betapa! Mereka yang terlupakan adalah Tio, padahal kami se-RT, teman sepermainan di sekolah dan di rumah, dan yang menjengkelkan adalah dia mengenali saya lebih dulu tanpa keraguan. "Gua aja langsung ngenalin lu, makanya gua ke sini." katanya. Butuh banyak waktu untuk akhirnya saya pun mengingat segala tentang dia. "Hohhhhh lu yang ini kan, yang itu, rumahnya di sini, blablabla...." Tio juga berubah. -_- Begitu pula Tino, saya lupa dia itu siapahhh, maksud saya... hoh, ternyata saya punya teman SD yang namanya Tino. Dia jengkel berat di BBM waktu saya bilang mulai ingat siapa dia. Ahahaha.... mianhe. -_- Yudi, Yanah, Agus, saya lupa banget apa yang terjadi saat SD, mereka siapa, setidaknya mereka duduk dimanahhh? -_-

Entahlah apa yang telah diperbuat waktu sehingga merubah banyak hal. Mereka tak imut lagi (emang gak pernah imut sih) maksudku, para lelaki itu telah tumbuh dengan tidak wajar :D, ada yang tinggi sekali, gemuk, dan segala macam rupa. Selamatlah mereka yang masih saya ingat, Another Angga a.k.a Angga Apriyaldi (almarhumah ibunya selalu bercanda memanggilku calon mantu), Irfan (teman tapi saingan ahahaha), Fadli (Si paklik yang diam2 membaca tulisanku di efbi dan menyuruhku jadi penulis saja, gumawo), Hasyim (setidaknya saya ingat namanya saat diundang ke pernikahannya), Muklis (saingan tapi musuhan, ketemu di jalan dan sempat kuteriakkan namanya), Lico (ternyata anaknya si ibu warung belokan, tetangga gak dekat), Ical (si aki2 anak STPDN, huahhh kutanyakan padanya pernah gak dipukulin, eh dia malah ketawa, katanya semua hanya gossip -_-), Ijul (ahhh ini yang selalu minta cewek makssar pfftt), Dede (Si Blekiii yang macam ustad diliat) dan lainnya -mereka yang belum kutemukan. :D

Untuk teman perempuan, Alhamdulillah sepertinya saya mengingat mereka semua. Semua? Benarkah? Ahahaha gak yakin. -_- Buktinya di angkot, saat seseorang ibu muda yang menggendong bayinya menyapa, saya hanya bisa bengong. Mencoba mengingat siapakah dia. "Aisyah Istiqomah yah?" Saya mengangguk, "Siapa yah?" (ini momen jahat sekali sepertinya) Dia jawab, "Iyang...teman SD." Sekali lagi, butuh beberapa waktu untuk ingatan itu berkumpul. Ah Iyang, yang dulu rambutnya panjang banget, anak Marunda, sobatnya Erlin blablabla Finally, dia berubah: udah jadi ibu2 dengan rambut sebahu. Uff!

Memang, sejak lama berpisah, Iyang adalah salah satu teman yang tak pernah sekalipun berinteraksi denganku di dunia nyata maupun di duni maya. Beda dengan mereka, Taryanti (sobat takkan terlupakan), Novi (Bumil yang baik hati), Raju (si cantik yang semakin cantik), Lela (si cantik temannya si cantik yang semakin cantik :D), Viska (kita tetangga dipisahkan lapangan bola), Devi (yang tiada kabar), Erlin (sempat smsan saat di Makassar), Winda (diingat tapi entah dimana), Lia (si jelita sobatnya bumil) dan lainnya -mereka yang ternyata (benar) telah aku lupakan. -_-

Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah, saat saya benar-benar melupakan mereka. Enam tahun kebersamaan (dan lebih), setidaknya harus ada yang menyangkut di memori ini. -_- Dan semakin merasa bersalah lagi, karena mereka semua mengingat saya. Mungkin, karena tahi lalat saya yah? :D Sudah menjadi ciri khas. Atau mungkin karena saya memang tak bisa dilupakan (tertawa jahat) :3


*

Pernah saya membaca sebuah pernyataan kurang lebih seperti ini, bahwa:

"Otak kita menyimpan banyak memori, dan yang benar-benar akan selalu diingat itu, sesuatu yang sangat membahagiakan dan sesuatu yang sangat menyakitkan."

Saya lupa baca dimana dan kurang tahu bagaimana penjelasannya, mungkin maksudnya, memori datang silih berganti, saling menumpuk sehingga untuk memori atau kenangan biasa saja bisa jadi tertimbun dan menyebabkan kita mudah melupakannya dan dikalahkan oleh sesuatu yang SANGAT membahagiakan atau SANGAT menyakitkan. Just my opinion! hehehe Setuju gak?

So, kalau mau diingat terus oleh seseorang just do two options above! :P 

Tapi, apa iya saya se-pelupa ituhhhh? Mengapa saya pelupahhh? Saya belum tua-tua amat kan? Kenapa daya ingat saya lemah begini yah? Tapi yang lebih mengherankan, kenapa gak ada yang lupa sama sayahhhhhh? *kemudian dibuang ke laut* :D :D :D


*

Waktu merubah sebagian dan menyimpan sebagian dalam kenangan. 
Semoga perubahan kita mengarah kepada yang lebih baik.
Sampai jumpa di pertemuan kesekian. :')

Thanks guys, you rock my childhood! :P


*

jkrt, 120215

Sunday, January 25, 2015

Semisal Apa?


"kalau aku bertanya beberapa hal, 
itu bukannya aku tak percaya. 
aku hanya ingin meyakinkan hatiku. 
itu saja."


*

Kau pasti tahu. IYA.
Kau pasti mengerti. IYA
Kau paham maksudku bukan? IYA

Ada beberapa hal yang terkadang sudah sangat jelas, tapi tetap dipertanyakan. Banyak alasan untuk itu. Tapi bagi hati yang baik, bukan karena ragu atau kurang percaya ia menanyakan kembali. Lebih kepada untuk meyakinkan, agar telinga yang memang lebih suka mendengar berita baik, mengantarkan kebaikan itu kepada hati untuk lebih tenang. Menenangkan.

Semisal ini: Berkali-kali pun seorang ibu mengatakan dia menyayangi anaknya, tetap saja sebagai anak, kita selalu ingin bertanya, "Apa ibu menyayangiku?" Apakah karena ragu? Bukan. Apa perasaanmu ketika ibu menjawabnya -lagi dan lagi- bahwa dia sangat menyayangi dirimu? Ah! Tentulah bahagia tak terkira.

Oh yah, aku menaruh garis bawah di kata 'beberapa', sebab tak kuseragamkan semua. Karena sebagian yang lain, memang sebaiknya tak usahlah dipertanyakan terus menerus. Ada yang tahu contohnya seperti apa? :)


Jkrt, 260115

Sunday, January 18, 2015

Mencari Autumn


"Kok ngilang?"

akuhh bukan jin yang bisa ngilangg


"FBnya mana?"

adaji tapi nonaktifki


"Kak Iis, banyak cariki..."

matemija banyak kapang hutangku -_-


"Kak Is, ada orang inbox minta no ta..."

kasih nomornya sedot WC saja


"Aktifin we'na FBmu."

nantipihhhh maupa


"Kapanko mau aktifkan FB mu?"

liat jawabanku di atas


"Nda adami FB ta, nda bisama pantauki."

bukanja buronan kapang kak


"Autumn kemana?"

hiatus kak


"Kak aktifkanmi FBta, rinduka baca tulisanta."

kenalanmi sama keongky dek


"Syah, FB mu kenapa?"

diracun trus mati


"Woi jelek, ada FB gak lu, nanti gue add."

guehhh gakk mau bertemann samaa luhh, Mal!

...


Dear all, pliss berhenti cari Autumn. Aku cemburu nih!
 -_________-



*Belum ada alasan untuk Sparkling Autumn hidup kembali. Fiuhh

Friday, January 16, 2015

Bagaimana Cara Menenangkanmu?


Kamu jatuh cinta pada wanita 'worrier', lalu bagaimana dia bisa menenangkanmu? Apakah dia sudah mengatakan bahwa dia juga mencintaimu? Kalau sudah, tenanglah. Dia takkan mencintai yang lain. 
Kamu jatuh cinta pada wanita 'worrier', lalu bagaimana dia bisa menenangkanmu? Apakah dia sudah mengatakan dia takkan pergi atau berpaling? Kalau sudah, apalagi yang membuatmu khawatir? Dia takkan kemana-mana.
Sudahlah,  berhenti khawatir! Kalau semua khawatir, siapa yang akan menikmati degubdegub ini? Jangan ikut khawatir, dia akan lebih dan terus khawatir mencari cara untuk menenangkanmu. 

Jkrt, 160115 

Sunday, January 11, 2015

Di Kota Tua Kita Berjumpa :)


Melati dan Aisyah

Di awal September 2014, saya mengukir kisah yang manis dengan seorang teman maya. Namanya Dini Melati dari Cibinong. Saya mengenalnya cukup lama, dua tahun yang lalu tepatnya 16 Oktober 2012. Kami kenal lewat FB, jadi kak Melati (selanjutnya saya memanggilnya kak Mel saja) adalah teman FBnya Galih, kemudian saya disarankan untuk meng-addnya, setelah add-confirm terjadi maka bertemanlah kami.

Kak Mel orangnya seru, dewasa, dan lucu juga. Beberapa hal membuat kami dekat dan mulai beralih ke sms-an. Di tahun 2012 rasanya tahun yang cukup mengesankan untuk kak Mel, ketika dia merasa bahagia bisa menjadi 'burung hantu ala Harry Potter'. Alias penyambung antara 'kedua adiknya' yang tiada henti marahan gak jelas. Hahaha

Kami selalu bertanya-tanya, kapan pertemuan nyata bisa terjadi? Bagi orang-orang yang melakukan pertemanan maya, sebenarnya mereka berteman pula dengan kerinduan, hanya pertemuanlah yang benar-benar diimpikan. Benar gak yah? :D Tapi itulah yang saya rasakan, terlebih lagi banyak yang bilang saya dan Kak Mel mirip, kembar, ato apalah. Apa iya? Kalau dilihat dari foto sih, memang ada kesamaan; mata, lesung pipi, juga dari pipi kami yang menggembung kalau di foto. Purnalah rasa penasaran.

Pada awalnya, kami berencana untuk bertemu di rumahnya kak Mel, namun sebagai orang Jakarta baru (--") saya masih tak diizinkan untuk pergi sendiri ke tempat yang jauh dari rumah. Mengingat riwayat tersesat saya saat di Makassar, dan sekarang betapa saya masih buta jalan apalagi di luar Jakarta. Jadi, kita sepakat untuk berjumpa di Kota Tua. Kak Mel perlu sedikit mengalah untuk adiknya yang manis ini. Ckckck :D

*

Di Halte Kota saya menunggu, saya tiba lebih dulu, sedang kak Mel masih di kereta. Ada hal lucu-lucu-menggemaskan yang terjadi. Saya pikir halte Kota adalah Stasiun Kota juga, saya pun mengatakan kak Mel bahwa saya menunggunya di Stasiun sambil makan Semangka (itupun beli semangka karena dihipnotis penjualnya, dia berulang kali bilang kalau cuaca panas dan enaknya yah makan buah, saya pun membelinya) :D Oia...kami sms-an banyak kali, dan mulai menangkap sinyal aneh, saya merasa salah tempat. Dan perasaan itu benar! Padahal kak Mel sudah bilang kalau ada perempuan pakai baju hijau, ya udah itu pasti saya. Ckckck bagaimana mungkin kami bertemu jika saya dan dia berada di tempat yang berbeda? 

Singkat cerita, bertemulah kami di Kota Tua. Awal pertama kali melihat kak Mel, agak terkejut sih, "Eh, kok kayak beda yah sama yang di FB" Hehehe tapi tetap aja kami berpelukan dulu. Kemudian duduk-duduk di meja tamu Cafe Batavia tanpa memesan apapun. >_<"

Lepas sedikit mengobrol, kami makan bakso, kemudian beristirahat di Musholla. Kami mengobrol banyak. Ketawa-ketiwi tanpa merasa canggung sedikit pun. Matahari mulai bersahabat, saya pun mengajak kak Mel untuk beraksi: FOTO-FOTO maksudnya. Ahahaha

Cekidott...

*

Pertama bertemu :3

Tempat bertemu pertama kali.

Makan Bakso...


Harga sewa sepeda seharusnya dua puluh ribu setengah jam, tapi sang bapak menawarkan lima belas ribu saja, harga anak sekolah katanya. yah sudah emang kita masih anak sekolah satu SMA kokkk ahahaha.


suka yang ini :D

yang ini juga. :)

Di depan Kantor Gubernur :)

Perempuan Meriam wkwkwk

Top Bgt! :D

Memanjat batas, tak masalah. *kakikugemetaran*

hayooo pilih ditembak atau dinikahin? *eh :P

Aku mahh pilih hormat aja deh :D

Halo, aku kangen kamuhhh :3

perhatikan ihhh, hebat euy duduknya
tuh kan digombalin pengamen :D
Gak beli kok..cuma numpang poto doang hehe
drpd digombalin pinjem gitarnya aja hoho


Huaahhhh, masih banyak sebenarnya foto-foto kami, but... segini aja kali yah. Hahahaha abis kuota cuy :'D Over all, I loved this moment, and now, I do miss her... Kak Dini, Happy Belated Birthday, please be strong. Tolong aminkan doaku yang di BBM *eh :D

Ditulis 04september2014 diselesaikan 11Januari2015, betapa!