Showing posts with label #Ranfeel. Show all posts
Showing posts with label #Ranfeel. Show all posts

Tuesday, August 11, 2015

RanFeel 25


ALONE


Mas Anggi, Mas Ricky, dan Mas Hasto
They're not here anymore.

alone. 

*

ufff...so boring now -_-

Tuesday, July 21, 2015

RanFeel 24


FANS


Gua gak suka-suka banget sama Afgan. Raisa juga.
Cowok-cowok ganteng yang kaya dan tukang pamer apalagi.
Gua suka banget sama Fedi Nuril
suka aja sama Vincent dan Desta.
Yah gituu...

*

Abang Fedi huhuhu LopLopLopyuuuu :"D

RanFeel 23

YANG TIDAK DIPAHAMI



Gue tidur di kantor jam istirahat kalo gue gak enak badan aja.
Klo gue sehat, yah ol sampe gue pusing apalagi yang mau dibaca. 
 Udah, itu doang.

*

mingggir, minggir gue mau tidur wakawaka

RanFeel 22


MATRE


Azka nitip uang THRnya ke Ica. Kemudian.. jeng jeng jeng...

Azka pulang dari main: Kak Ica, bagaimana keamanan uang Azka?
Ica: -_________-

*

Siap, komandan, uang sudah terpakai, ngutang dulu yakk ahahaha

RanFeel 21


PEKA


Azka: Kak Iis, Azka mau pipis tapi kaki Azka sakit.
Gue: Trus, gue harus ngapain?
Azka: Oia yah, yaudadeh. (pasrah ke kamar mandi sambil pincang-pincang)
Asiah: Ahahaha... gila lu, peka dikit dong. Itu kode bege, yah lu kasih solusi kek apa kek, jahat banget lu jadi kakak. Ckckck

*

jangan ganggu, gua lagi ngasah kepekaan -_-

Thursday, July 9, 2015

RanFeel 20


WHEN I SEE YOU SMILE


Lagu mengalun
Bad English teriak-teriak "wen aysi yu smailllllllllllll..."
Tiga pasang kaki hentak-menghentak...

ckckck

*

pilihan lagu gue emang kece kannn huphuphup

RanFeel 19


BLUETOOTH


Gue: Mas Anggi ayookkk, udah mau buka!
Mas Anggi: Hayokkk!
Gue: Hape Mas hape...
Mas Anggi: Oiya yah! Wah, asyik nih...jadinya aku harus bareng Aisyah truss gak boleh jauh-jauh, (ngomong kenceng2)
Gue: -________- blutut mas blutut
Mas Anggi: kan belum disambung omongannya, iya jangan salah paham dulu, lagi blututan (cengengesan)
Gue: ckckck -_________-


*

selera lagu sama euy...asyik hemat kuota donlok2 :D

Wednesday, July 8, 2015

RanFeel 18

SATE PIZZA

: Mau makan sateeee
: Oke Sate
: Alhamdulillah akhirnya makan sate juga...
: Sebenarnya gue pengennya pizza
: Oh, jauh amat yak pizza ke sate
: ...

*

Ehhhh... jadi gimana dong? Makan sate pizza aja yak... klo ada :D

RanFeel 17

Sebenarnya...


Asiah: Is, sebenarnya senior gw ada yang nitip salam buat lu. Gara-gara si Amel tuh ngomongin lu mulu, katanya kakaknya si Asiah penulis gitu. Udah lama sih, tapi guenya aja males nyampein. Kata senior gue, 'Pasti salam gua gak pernah disampein nih sama si Asiah' hahaha emang. Sebenarnya ada dua, cuman yang satu balikan lagi sama mantannya. Nih, orangnya (nyodorin foto profil whatsapp), udah tua orangnya ahahaha jago banget politik.

Iis: Hahahahaha siapa? Wah si Amel comel. Yang mana orangnya? Oh itu... dih politik, ngeri... Maksudnya, balikan gitu sama mantannya? ckck hahahaha


*

sebenarnya fotonya buram :D ada yang lain gak?
*dilempar baskom*

RanFeel 16

DRAFTKU




Lets singing with me... (nada kebunku yah)

"Lihat blogku penuh dengan draft
ada puisi ada juga cerpen
setiap hari kulihati semua
tulisan-tulisanku semuanya di draft."


Lol -_________- Bngt


Ckrg, 08/07/15

Wednesday, July 1, 2015

RanFeel 15


Aih, aih, ada apa dengan Desember?
Ada apa dengan diriku?
Dan yang lebih penting adalah.... ada apa dengan mimpi-mimpiku?

*

kepengen munculin ini aja

RanFeel 14


Hai, aku Alien. Temanmu. Masih ingat? Atau aku sudah menjadi Alien Yang Terlupakan di hidupmu? Semoga tidak. Semoga jangan. Ah, apa aku sedang berharap? Sekuat apapun aku mengelak, tetap saja, berharap itu seperti nafas. Tak ada harap tak ada kehidupan. Uff!

Di bumi, tahun berganti bukan? Aku mendengar banyak letupan, aku lihat langit terang secara berkala, lagi dan lagi hingga meninggalkan asap yang tak terbayangkan sesaknya jika aku berada di sana. Lalu, apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Menatap langit? Menulis resolusi? Tertidur? Aku ingin tahu kabarmu.

*

kepengen nge-post ini aja biar gak jadi draft

RanFeel 13


Maaf, kami tak menerima tamu yang membawa banyak kekhawatiran.

*

kepengen ngasih peringatan aja

RanFeel 12


Saya ingin di dengar, tapi bagaimana caranya jika saya jarang berbicara. Mengungkapkan perasaan dengan sangat terbuka, tanpa takut salah, tanpa takut menyakiti, tanpa takut tak ada yang mendengar, tanpa takut dicueki, tanpa takut dibantah, tanpa takut dicemooh, dan ketakutan lainnya.

*

kepengen ngasih tau aja kalo..


RanFeel 11


Perjumpaan, pertemuan, bak jamur di musim hujan...
Terduga atau tidak. Direncanakan atau tanpa kesengajaan.
Di malam, pagi, siang hari. Di awal bulan, atau di akhir tahun.
Seperti menebak-nebak, pada sebuah takdir yang telah tertuliskan.

Tapi, bukan itu...

Pernahkah kamu merasakan ada yang terisi, di sudut relung hatimu,
saat pertemuan terjadi. 

Banyak hal terjadi. Banyak sekali.

*

kepengen ngomong bener aja


RanFeel 10


Suatu hari,

"Kamu pikir apa yang akan aku tulis jika dimulai dengan kalimat 'suatu hari'?" tanya Fai membuka percakapan di pagi yang dingin. Tangannya menyilang, selalu. Teh hangat di atas meja ditariknya mendekat, kepulan asap bermain-main, urung meminumnya.

"Aku pikir kamu akan menulis khayalan panjang dan mengajakku ke sana untuk meninggalkanku sendirian," Iers mengencangkan dekapan, kedinginan. "Seperti biasa." ujarnya pelan.

"Sakartis."

"Belum, Fai. Itu baru sinisme."

Fai menyeruput teh perlahan, sambil didengarnya kicau burung yang aneh. Seperti nyanyian sendu dari kejauhan, menggema. Ah, itu tak mungkin. Ia menatap Iers, "Kau dengar itu?" Tangannya memberi isyarat untuk tak bersuara. Iers menegakkan punggungnya, telinganya awas mencari suara yang dimaksudkan Fai.

"Aku tak mendengar apa-apa," kemudian tak didengar lagi perbincangan mereka.

*

kepengen berhentiin cerita gitu aja

RanFeel 9


Kebahagiaan anak-anak selalu menjadi kebahagiaanku juga, tapi tidak semua kebahagiaan orang dewasa adalah kebahagiaanku.

*

kepengen ngasih tau aja

RanFeel 8


"Kalau aku pergi, kita akan bertemu lagi gak yah?"

Dani mendengus, "Kamu itu dipikirannya mau pergi terus. Emang kamu mau ke mana?" Matanya beralih dari langit ke Diana. "Kita akan bertemu lagi kalau kita mau."

"Aku juga bingung, maunya pergi terus. Tapi gak pergi-pergi. Iya kan yah? Hehe.." tanya Diana sambil terkekeh. "Bagusnya pergi ke mana yah?"

Dani urung tertawa. Pikirannya malah ikut melanglang, mencari tempat kemana tujuan yang bagus untuk sahabat kecilnya pergi. "Aku seperti ingin mengusirmu." dia bergumam.

"Apa?"

"Kita pergi bareng!"

"Hah?!"

*

kepengen ngomong sendiri

RanFeel 7


Dulu kita juga jauh, baik raga maupun rasa
kalau kita bertemu, siapa yang sangka akan seperti ini
selalu kukenang... siapa aku sebelum adamu
selalu kutersenyum... bila kudapati kuhafal mati
tentangmu.

Matahari masih bersinar, hari berputar
kalau aku ingin bilang
aku akan bilang

Matahari bersinar, hari berputar
kalau aku suka
aku akan selamanya

*

kepengen ngegombal aja


RanFeel 6


"Mama, di suatu kesempatan aku melihat seorang wanita mati-matian mengumumkan pada dunia bahwa dia dan suaminya adalah pasangan bahagia. Di dunia maya, dia solah-olah ingin menunjukkan bahwa suaminya mencintainya dan sangat sayang padanya. Sedang kutangkap ada kegelisahan di matanya --di setiap huruf yang dirangkainya. Lalu kusimpulkan dengan tanya, Apakah semua itu benar?"

Mama, haruskah seorang istri melakukan hal seperti itu, sementara sang suami tak melakukan hal yang sama? Haruskah?

*

kepengen protes aja