Friday, August 29, 2014

Ice Cream Time ^^


Adibah n Azka :D
yummyyyyyy :D

Brrrrrrrr :D

Yuhuuuuuu :P

mau? :D

santai kayak di pantai hoho

Pamerr.. :D

ckckckck

Siappppp... merosottt :D

mirip gak?
Lagi :D

Ayun-ayun...

selfie together :D

:D

ikutannn.. :D

*

Dua puluh delapan agustus dua ribu empat belas, nraktir dua bocah ini es krim. Behhhh...harusnya kan yang ulang tahun yang ditraktir. --" Bermain sepuasnya di Taman Bermain Anak. Yowessslah ahaha

Kami sangat bahagia. Saya sangatt bahagia. Jadi anak-anak itu membahagiakan yah.. hehehe Terima kasih Tuhan atas moment ini. >_<


Jkrt, 300814

Thursday, August 28, 2014

Selamat Ulang Tahun, Iis.


salah tulis wita, seharusnya wib --"

"Semoga Tuhan, melindungi kamu
serta tercapai semua angan dan cita-citamu.
Mudah-mudahan diberi umur panjang
sehat selama-lamanya."

(Selamat Ulang Tahun, Jamrud)

*

Kumatikan lampu. Kusinari kertas dengan sinar hape yang seadanya, agar kumaknai arti seberkas cahaya, aku mencipta gulita. Aku pun menulis ucapan selamat ulang tahun untuk diriku sendiri. Aku ingin menjadi orang yang pertama. Dan aku, telah.

Sepanjang hari ucapan selamat berdatangan, aku bahagia dan menghargainya. Sekalipun tak ada, takkan melukai apa-apa. Namun, satu hal yang paling membuatku tersenyum kala mendapat ucapan selamat adalah: saat berbalas aamiin. Aku ingin sang pemberi menjadi penerima kebaikan doanya pula. Sungguh indah ukhuwah.

Hari kelahiran yang terus berulang dalam hidupku, bukanlah hari besar yang dipenuhi tepuk tangan, atau silau cahaya lilin. Untuk yang paling sederhana adalah ketika hanya aku, menjadi satu-satunya orang yang ingat akan kelahiranku dan berdoa sendirian. Tidak, aku tak bilang ini menyedihkan...aku mensyukuri apa yang patut, dan aku harus.

Dua puluh delapan agustus dua ribu empat belas telah pergi. Kepalaku sudah menyimpan rekaman tentang hari itu. Jika aku menjadi pelupa yang sangat, salah satu doaku tadi adalah diberikan kekuatan untuk terus mengingat kenangan setiap hari lahirku. Hari dimana aku harus terus merasa terlahir kembali. Dan mengingat dengan jelas orang-orang yang hadir di sana, tanpa pernah kuminta. 

Apa yang digulung ombak, 
akan dipecahkan karang,
atau berakhir di bibir pantai.  

Batu-batu menangis
saat penunjuk jalan saling bertolak.

Apa yang disapa tapak
akan di jejak tanah
atau tertanam selamanya.  

*
Selamat Ulang Tahun, Iis.  

Jkrt, 290814 

Wednesday, August 27, 2014

My Brilliant Life, 23! ^^


Hei, Earth! How old is you?

Aku tak mengenali lagi suara bisikan di pagi hari
Aku pun berteriak sekencang-kencangnya
agar aku tetap mengenali suaraku.

*

Saya menyukai apa yang melekat dalam diriku. Apa saja. Saya rasa semua orang juga begitu, walau ada beberapa anomali. Hal lumrah. Bila kita mendapat pertanyaan, "Bulan apa yang paling kamu sukai?" Hampir dipastikan, jawaban utama yang dipilih adalah bulan kelahiran sendiri. Pun, saya. Saya menyukai Agustus, dengan sangat.

Jika Agustus adalah anak tangga, maka sudah dua puluh tiga anak tangga telah saya capai dalam kehidupan ini. Tiap anak tangga memiliki cerita, menjelma kenangan, yang kemudian berlipat-lipat membentuk seorang saya. Dan sosok yang saya lihat di cermin, sosok yang engkau lihat di lensa matamu, adalah seorang anak manusia; yang telah banyak melangkah; melakukan kesalahan; mencari kebenaran; yang terus belajar hingga saat ini.

Maka, selepas detik melepas pergantian hari, esok saya benar-benar berada di tangga ke-23. Hati saya akan menangis sepuas-puasnya untuk merayakan perjalanan hidup yang masih Tuhan percayakan. Pikiran saya akan sangat sibuk, menanggapi apapun yang tiba-tiba melintas, lalu merutukinya dan memaafkan dengan sendirinya. Besok, yah besok....

Hei Agustus ke-21, juga Agustus ke-22, berdamailah kalian dalam kesyukuran. Mari sambut dia: saya!

WELCOME TO THE BRILLIANT LIFE, 23! ^^

*

Jakarta, 270814

Sunday, August 10, 2014

Mengantar Senja Di Tanahku


kala langit merona saga

dan memantulkan keindahan

apakah kamu bahagia?

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I will be safe and sound

(Safe and Sound)

*

Jkrt, 110814

 
Dok Pribadi: Senja, 090814 di samping rumah :)

Kau Ada Di mana?


 
aku di Jakata. kau perlu kendaraan untuk
menjemputku. di ibu kota segalanya 
seperti berkejar-kejaran. pun aku berlari.
aku terjatuh. aku terhenti.

kau ada di mana?


Jkrt, 110814

Mengirim Doa untuk Dirga


His short story (again) made me 'wah'!

Kalau ada yang mencari Dirga, dia baik-baik saja. Dia seperti menghilang dari bumi hah? Nanti dia muncul menggemparkan bumi. hahaha. Dia akan menjadi penulis hebat yang sukses. Mari doakan! Good Luck Bro!

Jkrt, 11 Agustus 2014

Thursday, August 7, 2014

Menyambut Sunrise Delapan Agustus :)


Berjalanlah, melangkahlah!

Temukan Mentari...

Yang mengintip dari sela pepohonan.

Yang berpijar pelan-pelan.

Biarkan cahaya lembutnya menyinarimu.

Dan menyinari bumi sekalian.

Demi langit biru.

Demi embun pagi.

Dan demi ilalang.

  
Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

*

Hei, Agustus! Tahukah betapa kejamnya saat itu kau menyambutku. Tapi, ah, itu hanya perasaanku saja yang belum dewasa menikmati hidup. Maafkan aku, iya, maafkan kekeliruanku. Biarkan aku menebus salahku, dengan menghargai setiap detak waktu yang kau bawa. Setiap rasa yang ada. Setiap cerita yang kelak tersimpan di kotak kenangan. Aku mencintaimu, Agustus. Mari berbaikan! :)

Perpustakan, Jkrt 080814

Tuesday, August 5, 2014

Seseorang Dalam Pelukan


Seseorang datang ke perempuan itu, di sebuah ruang yang sepi dan hening. Wajahnya menggambarkan kedukaan yang purna, perempuan itu melihat dan merasakannya. Dia memeluk perempuan itu sangat erat. Seperti seorang ibu yang menenangkan anaknya, perempuan itu menepuk-nepuk pundak orang dalam dekapannya. Tanpa suara. Mereka berdiri untuk waktu yang lama, untuk sebuah mimpi yang tak terencana.

Perempuan itu mencoba mengurai mimpinya; tentang ruang sepi, keheningan, duka, pula tentang seseorang dalam pelukan. Ada banyak tafsir untuk memungkinkan iya. Bisa saja, kata perempuan itu, "Akulah tempat pulangnya. Tempat berbagi." Itu adalah hal terbaik yang ia inginkan. Atau, perempuan itu membayangkan, "Ini adalah sebuah pertemuan terakhir: perpisahan. Seseorang akan pergi. Entah orang itu, entah aku." Untuk kemungkinan terburuk, perempuan itu menyesal memikirkannya. Sebuah mimpi, seperti burung yang terbang, kemana burung itu hinggap, seperti itulah dia. Dan perempuan itu, membiarkan burung itu terus tetap terbang. Agar mimpi tetap menjadi mimpi, tanpa harus membuatnya bahagia atau terluka. Perempuan itu pergi, sambil terus mengingat wajah seseorang dalam pelukan, yang mulai samar di bawah temaram ruang.

Jkrt, 060814

Saturday, August 2, 2014

Milad Mubarak Mama :')


I Love You, Mama :*
01 Agustus 2014

"Mama besok ulang tahun kan, mau kado apa ma? Tapi bagi duit dulu, beli kadonya peke duit mama hehehe" Begitulah kicauan kami anak yang masih belum mandiri. Kami masih bertumpu pada suapan orang tua, bahkan untuk menghadiahkan kado di hari istimewa mama pun kami masih meminta. Ini menyedihkan. :(

02 Agustus 2014

Pukul 02.00 malam saya bangun dan memutuskan untuk nonton Running Man. Tapi mama bangun shalat malam dan sahur untuk puasa syawal. Ah, meskipun saya sedang 'kedatangan tamu' saya gak jamin apakah jika tidak saya akan bangun menunaikan shalat malam. Menyedihkan lagi.

Dan mama pun menyisakan makanan sahurnya untuk saya. :(
Mama adalah ibu, seperti apa yang aku inginkan menjadi. Tapi rasanya jauhhhhh sekali. Bisakah saya seperti mama? Saya selalu bertekad untuk membalas kebaikannya, tapi dengan apa? Pengukur apa yang bisa membuat saya yakin telah membalas semua jasanya? Tak ada. Yah, takkan ada. 

Saya selalu bertanya-tanya, sejauh ini apa yang telah saya persembahkan untuk mama? Sedang di ulang tahunnya pun saya hanya bisa menulis puisi serta surat yang tak pernah berakhir di tangannya. Saya membanggakan diri betapa banyaknya kesamaan di antara saya dan mama. Walau nyatanya, ada bentangan spasi panjang yang memisahkan kami. Saya perlu berlari kencang untuk menjadi seperti mama, meski jika mama tahu, kelak dia pasti menyuruhku untuk kembali menjadi diri sendiri. 

Ma, bolehkah saya mendengar doa di setiap setelah shalatmu? Adakah harapanmu padaku, anakmu ini? Apa itu ma? Saya terlalu bodoh untuk mewujudkan diri sebagai anak yang baik untukmu. Saya masih suka menyusahkanmu. Meski begitu, saya masih ingin terus di sisimu. Jangan memintaku untuk pergi dari sisimu dulu. Saya masih ingin banyak belajar darimu. Lembut hatimu, bukankah itu yang membuatmu bertahan di kerasnya kehidupan ini?

Ma, barakallahu fii umrik. Selamat ulang tahun yang ke 45. Semoga Allah senantiasa memberimu kekuatan, ketegaran, dan kesabaran yang tak ada habisnya. Tetaplah bersama kami, mengajari kami dengan prilakumu. Kami mohon, berbahagialah selalu, meski kami tahu ada kumpulan duka yang engkau telan sendiri, namun cukuplah kita saling merasa tak melihat itu.

Ma, meski keluarga kita sedikit unik, tapi aku selalu merasa bersyukur telah terlahir sebagai anakmu dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar kita yang sederhana. Sekali lagi, kami mohon, mama dan bapak tetap menemani kami hingga sampai kapan pun. Semoga Allah mewujudkannya. Aamiin.


Mmuuaaaahhhhhhhhhh :*

*

Dari anakmu yang selalu sakit tapi berusaha untuk sehat. Hehehe

Jkrt, 020814

A Message


Draft: Rindukaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Sent: Sudah meko jatuh cinta lagi?

... kemudian hening.

Nostalgia Sendiri :)



Tampilan baru SMPN 162, sekolahkuuuu :*

Menuntaskan rindu adalah mengunjungi kenangan, sesekali.

*

Setelah bersilaturahim ke rumah sahabat SD, Terry, saya merasa sangat malas untuk pulang. Seperti memiliki beban berat di kaki, sehingga langkah terasa melambat. Saya pun menuju perpustakaan, membiarkan diri menikmati udara sore hari di taman perpustakaan yang sepi. Andai saja perpusatakaan itu buka, saya takkan seboring ini. Saya tak tahu harus melakukan apa. Saya mulai mengirim sms untuk ditelpon ke orang yang sangat ingin saya ajak berkeluh kesah, ada hal yang penting ingin saya cerita, namun sepertinya waktu yang tak tepat untuk mereka. Arghhh, semakin sunyi saja. Bahkan saya bisa mendengar desir angin yang menyentuh dedaunan. Uff.

Sms-an dengan seseorang pun harus saya hentikan dengan perasaan yang gersang. Saya merasa ada hujan yang akan turun dari mata jika saja saya masih larut dengan suasana, saya pun memutuskan untuk mengunjungi SMP saya dulu. Yah, SMP saya memang tak jauh dari rumah. Saya hanya perlu berjalan kaki melewati lapangan dan sampailah pada SD dan SMP saya yang berdekatan.

*

Ah, saya beruntung, gerbang belakang terbuka. Ada seorang ibu berambut putih sedang duduk-duduk. Saya pun menyapanya, kemudian mengenalkan diri sebagai alumni. "Masih inget gak sama saya, mama onah, yang jualan di sini." sapanya dengan ramah sambil menunjuk kantin tempat saya dulu menghabiskan waktu istirahat. Saya hanya tertawa lepas. "Inget sih bu, tapi agak lupa." Aihhh jawaban apa itu. Saya pikir saya sedang grogi. Saya pun minta izin untuk melihat-lihat.

Lorong pertama yg saya dapat. :D

Seketika atmosfer di sekeliling saya berubah, saya merasa begitu gembira. Ahhhhhhh, saya jingkrak-jingkrakan sendiri sambil memoto apa saja. Lalu seperti ada film yang terputar di kepala, tentang kenangan yang mengendap beberapa tahun lamanya. Di lorong itu, Pak Syahruddin (guru matematika kesayangan) pernah mengajakku duduk di sampingnya dan berkata. "Aisyah, kamu kalau mau belajar matematika datang saja ke rumah bapak. Pintunya terbuka lebar setiap hari." Pak Syahruddin adalah guru 'killer' yang dijauhi para siswa, yah dia juga kerap kali sedikit ringan tangan, tapi....bagiku tidak. Beliau adalah guru idola, selalu menanti kedatangan saya, dan tak pernah menyentuhkan tangannya ke diriku. Miss him so much. :(

Kelas 7.3 (kelas pertamaku)
Kelas 8.7 sekaligus 9.2 penuh kenangan

Ehmm, kelas bersejarah. Tiga tahun berturut-turut saya dipilih jadi sekertaris. Dan tentunya 2x bertemu dengan saingan berat, walau akhirnya di kelas tiga saya mengalahkannya. Yeahhhh (ketawa evil)

Lapangan yang lebih baik.
wah, podium. dulu mah gak ada :D
Hei kitty! Penghuni baru juga kah? :D
Lorong menuju Musholla.

Saya gak berani ke Mushollah. :( Karena ada suara seperti orang sedang mandi. Saya pun memutuskan memotretnya dari jauh. hahaha

Ruang guru. Ah, miss my teachers so bad :(
Ruang komputer.
Inilah yg terbaru. Gerbang utama tampilan dalam. :))

*

Ahhh sangat mengecewakan jika saya tak muncul di kunjungan kenangan ini. But... How? Saya sendirian di tengah lapangan dengan hape yang berteriak-teriak lobet. Saya tak lagi peduli apakah tingkah kekanak-kanakan saya ada yang melihat atau tidak. Saya terus teriak-teriak kegirangan dan loncat ke sana ke mari. wkwkwk

But,  :( Haruskah saya selfie (again)? Ahahaha dan inilah saya....

Ahahaha just my feet?
What a ... face! --"
Ah! --"
Eureka! :D
^_^"

*

Setelah puas mengitari sekolah yang memang tidak terlalu besar. saya kembali ke mamah Onah dan berbincang sedikit dengannya. Kami berbincang tentang guru yang masih bertahan, sudah pensiun bahkan ada beberapa guru ternyata telah kembali ke Rahmatullah. Innalillahhi wainna ilaihi rajiun. Allahummagfirlahum. :(

Saya duduk di samping mama Onah. Aih, saya ingin foto bareng dengan beliau tapi hape lobet. Saya pun mencoba mematri wajhnya di ingatan saya agar kelak, saya akan cepat menyapanya jika berjumpa lagi. Ah yah, saya juga bertemu dengan Pak Ian yang ramah, beliau masih ingin banyak berbincang sepertinya, tapi saya memutuskan untuk pulang. Hari semakin gelap. Saya melewati sekali lagi gerbang sekolah dengan perasaan yang berbeda saat memasukinya. Ada terima kasih yang ruah berkecambah di hati saya, andai guru-guru saya ada di sana, saya takkan alfa untuk mengucapkan syukur telah diajari oleh mereka. Terima kasih Pak, Bu. :')


*

Nostalgia sendiri ini, menyelamatkan hariku yang hampir purna sedihnya. Hei, kalian lakukanlah sesekali. Ini sangat membantu. Selamat bernostalgia! :))

Jkrt, 010814